Friday, February 8, 2008

Oh My God…

Ah.. Akhirnya hari Rabu kemarin guah berhasil menemukan redaksi dari Bukune, setelah sebelumnya sempat jatuh dan ngegelinding ke kolong meja.. Lho, ini redaksi apa kue jahe sih? Pembahasannya, menurut guah sih, positif.. They said they like my draft.. Dan akan segera menawarkan draft kontrak untuk diterbitkan.. Bukunya, bukan kontraknya yang diterbitkan..

Nah..

Yang jadi pemikiran guah adalah redaksi meminta guah untuk menambah jumlah halaman hampir dua kali lipat dari yang sekarang! Yang gawatnya lagi, deadlinenya sebulan! Oh my God.. Untuk 50 halaman yang pertama ajah guah membutuhkan 1 bulan penuh nungging nyari inspirasi, 1 bulan nonton Komeng, dan 1 bulan joget nyari uang jajan.. Loh, jadi kapan nulisnya? Pantesan aja lama..

3 bulan.. Total, kurang lebih, 3 bulan guah nulis 50 halaman yang pertama.. Dan kini guah diminta untuk menambah 50 halaman lagi dalam 1 bulan..

Oh my God..

Haih-haih.. Doakan guah yah, supaya inspirasi datang tanpa diundang dan pulang tanpa diantar.. Jadi bisa menyelesaikan mandat yang telah diberikan ke guah..

“Mama, aku nitip Enervon C lagi dunk. Hm, sama obat mencret satu.”

Posted by Roy at 06:01:24 | Permalink | No Comments »

Tuesday, February 5, 2008

Belakangan Ini

Belakangan ini lagi sulit nulis blog.. Entah karena banjir yang melanda Jakarta atau karena guah ganti merk sampo.. Ah, sulit.. Sulit.. Tapi gantinya, setiap malam guah menghabiskan waktu mereview naskah buku guah..

Beda dengan pekerjaan guah yang dulu, yang memang mengharuskan guah membunuh waktu dengan memberi perhatian segenap hati ke blog, maka pekerjaan guah yang sekarang membuat guah harus jauh dari komputer.. Ga sesering dulu.. Hampir saja si komputer memutuskan hubungan dengan guah dan beralasan kalo guah udah berubah..

“Kamu berubah, Roy! BERUBAH!”

Sehabis teriak begitu, si komputer berubah wujud jadi KaBeHa eR eX..

Jadi, buat pembaca setia blog guah, maapkan daku..

O iya, satu lagi, naskah buku guah yang berjudul Kancut, sudah dalam good progress nih.. Besok ketemu redaksi dan kita akan berdiskusi hangat tentang ‘kenapa sih Luna Maya ga boleh bugil di tengah jalan’..

Doakan guah yah..

Posted by Roy at 07:16:21 | Permalink | No Comments »

Friday, January 25, 2008

Sinopsis

Hai.. Hai.. Sudah lama tak bersua (ka margasatwa)..

Setelah menghabiskan cukup banyak enervon C biar bisa semangat, jamu antangin biar bisa ngentut, dan balpirik biar bisa melek; guah dengan ini menyatakan bahwa buku guah selesai.. Widih!

Meski agak meleset dari rencana awal guah, which is membukukan sekumpulan cerpen yang terinspirasi dari gosip artis, tapi guah tetep puas.. Dengan melakukan riset dengan membaca tabloid-tabloid gosip ketika mati lampu, guah berhasil menyusun buku guah.. Kali ini dengan bangga guah mempersembahkan my original book: Kancut!

Seharusnya di sinilah kalian, wahai pembaca, bertepuk tangan..

Buat cuplikannya guah akan memposting sinopsisnya.. Yang mana guah ga jago bikin sinopsis.. Guah selalu bingung merangkum atau membuat suatu alinea yang bisa memancing atau mengantar pembaca.. Jadi beginilah hasil sinopsis buatan guah..

- - -

Ketika televisi dengan heboh mengangkat kisah cinta terlarang selebritis CM dengan pengusaha JP, buku ini coba menceritakan kisah yang tak terangkat. Ketika televisi mengisahkan adanya guna-guna dalam cerita cinta itu, buku ini mencoba mengisahkan lebih dalam tentang guna-guna tersebut. Ketika televisi menyatakan adanya barang yang dicuri sebagai alat guna-guna, buku ini coba membahas lebih jauh tentang pencurian barang tersebut. Kancut.

Buku ini bercerita tentang mereka yang mencuri kancut tersebut.

Kisah tiga copet suruhan yang dengan hebohnya dan dengan segala problematikanya mencoba mencuri kancut dari rumah JP. Mulai dari proses pemberian mandat, perekrutan anggota baru, sampai malam dimana mereka harus beraksi. Keseriusan Bang Yanto, kesok-pintaran Cuplis, dan keluguan Ujang membawa aksi pencurian ini menjadi bukan sekedar aksi biasa.

Apa mereka berhasil mendapatkan kancut tersebut? Ya, jelas dapat.
Mengapa mereka ingin mendapatkan kancut tersebut? Ya, buat alat guna-guna.
Bagaimana mereka mendapatkan kancut tersebut? Nah, ini.

Selamat membaca.
Posted by Roy at 05:48:37 | Permalink | Comments (1) »

Friday, November 2, 2007

Draft Nih

Salah satu cita-cita guah adalah menjadi Superman.. Tapi dewasa ini, setelah guah mengetahui pake kancut warna merah di luar itu bisa disangka gay, makanya guah merubah haluan.. Jadi gay? Lho, bukan-bukan, guah sekarang ingin jadi penulis..

Guah udah kepikiran buku yang akan guah tulis adalah tentang cerpen-cerpen fiktik nan goblok yang terinspirasi dari kehidupan selebritis di negri ini.. Dan di sini guah mo share ah, sepenggal dari cerita yang udah guah sempet tulis..

Masih inget kisah cinta CM, selebritis, dengan JP yang pengusaha? Yang pake kancut-kancut itu loh.. Nah, cerita ini guah angkat dari sisi si maling kancutnya.. Enjoy!

“Ya udah, kita masuk sekarang. Kalo bingung jangan segen buat nanya ye.”

“Kang-kang!” Ujang semangat angkat tangan, ingin menggunakan hak tanyanya.

“Jang.”

“Sekarang nih, Kang, masuknyah?”

“Iye. Ayo, masuk.”

“Kang-kang!” Tangan Ujang kembali terangkat penuh semangat.

“Iya, Jang.”

“Aduh, gimana yah, Kang? Sayah baru mesen ketoprak nih.”

“NYET, NGAPAIN MESEN KETOPRAK SEGALA SIH!?”

Akhirnya, mereka bertiga masuk ke rumah Jakson setelah Ujang membatalkan pesanan ketoprak yang sedang diramu. Ujang menyusul Bang Yanto dan Cuplis dengan berlari berhubung si tukang ketoprak mengancam akan menimpuknya dengan ulekan cabe. Lalu mereka tiba di depan pintu rumah Jakson dan dengan menggunakan kunci mereka lancar masuk ke dalam rumah. Di tengah ruang tamu, mereka kembali melakukan obrolan dialogis.

“Kang-kang!” Bang Yanto memukul mukanya sambil mulai menyesali kenapa ia mengajukan option jangan-segen-tanya-kalau-bingung ke Ujang.

“Iya. Jang?”

“Kang, sayah lupa. Kita di sini mau nyuri apa yah?”

“Nah, kebetulan lo nanya. Gue mau ingetin lagi, kita di sini mau nyolong ka…..”

“Kalung berlian?”

“Kasetnyah Kangen Band?”

“…ncut. Kita mau nyolong kancut.”

“Bang, di jaman milenium ini, ada sebuah pepatah yang mengatakan. Di perut ada bodong, KANCUT KOK DICOLONG?”

“Gini ye, Cup. Kita tuh kayak tentara bayaran. Jadi seperti tentara bayaran kita harus nurut aje ape kate bos. Oke?”

“Kang-kang!”

“Iya, Jang?”

“Di bagian mana dari, kitah bertiga jalan nungging yang ilegal secara adat di beberapa negara, yang seperti tentara bayaran?”

“GRJJKKKKK!” Bang Yanto gemes, memperagakan bahwa ia hobi mencekik orang.

Pencarian kancut diteruskan. Bang Yanto segera menemukan kamar Jakson. Jakson sendiri ada di kamarnya, tidur. Sebelum masuk ke dalam kamar, Bang Yanto ingin me-refresh strategi pencurian kancutnya.

“Jadi gini ye, Cup-Jang. Gue ama lo, Cup, bakal buka lemarinye dan nyari kancutnye. Sementara itu, lo, Jang, duduk di pinggir ranjang sambil melototin si Jakson yang lagi tidur. Inget ye, Jang, PELOTOTIN. Ayo, masuk sekarang.”

“Kang-kang!”

Bang Yanto melihat sekeliling untuk menemukan objek buat nimpuk. Setelah gagal menemukan wajan panas, ia pun mengiyakan.

“I. Ya. Jang?”

“Kang, sayah pribadi sih kalo lagi tidur diliatin, rasanya gimanaaaa gitu. Kurang pules ajah nanti tidurnyah.”

Bang Yanto dan Cuplis hanya melengos pergi, meninggalkan Ujang yang masih semangat bertanya.

“Kang-kang! Euy?”

Ceritanyah gantung? Sengaja! Hehe.. Biar pada penasaran ama kelanjutannya.. Kalo menurut lu ini lucu, makasi.. Kalo menurut lu ini lucu dan bisa survive di dunia pernovelan, makasi.. Kalo menurut lu ini lucu dan bisa survive di dunia pernovelan, serta lu punya kenalan penerbit, kabarin guah.. ^^

Posted by Roy at 03:28:33 | Permalink | No Comments »